Sabtu, 21 April 2018

KH Hasyim Asy'ari tentang Saling Bermusuhan atas Nama Agama

KH Hasyim Asy’ari tentang Saling Bermusuhan atas Nama Agama Khoiron, NU Online | Jumat, 09 Maret 2018 21:00 Semakin hari, sebagian masyarakat Indonesia hanyut terbawa arus perbedaan pendapat yang semakin meruncing. Padahal, jika mau jernih serta proporsional memandangnya, kita tidak akan terseret ke dalam kubangan jurang permusuhan antarsesama anak bangsa.  Perbedaan pendapat cabang keagamaan merupakan sebuah keniscayaan. Para sahabat yang masuk kurun umat terbaik juga mengalami perbedaan pandangan. Secara sosial, mereka tidak ada masalah. Mereka tak lantas saling mencaci atau menjatuhkan. Imam Abu Hanifah dengan Imam Malik berbeda pendapat pada kisaran 14 ribu masalah. Imam Ahmad bin Hanbal berbeda pendapat dengan gurunya Imam Syafi’i terjadi pada banyak masalah. Tidak ada yang saling nyinyir dan menghujat. Masing-masing mengasihi dan menghormati.  Bahkan, dalam satu riwayat dikatakan, Imam Syafi’i ketika menziarahi Imam Abu Hanifah, menginap selama 7 hari, selalu membaca Al-Qur’an. Setiap kali khatam, pahalanya dihadiahkan kepada Imam Abu Hanifah. Selain itu, Imam Syafi’i juga tidak berkenan melaksanakan qunut subuh selama di qubah (dekat makam) Abu Hanifah tersebut.   Ketika ditanya salah satu muridnya, mengapa demikian? Imam Syafi’i menjawab “Sesungguhnya Imam Abu Hanifah tidak berpendapat bahwa qunut subuh itu sunah. Aku tinggkalkan demikian karena aku menjaga adab kepada Beliau” (Baca: Belajar Toleransi dari Imam Syafi’i saat Ziarahi Makam Abu Hanifah) Mengumumkan kalimat “saya tidak cocok dengan orang ini, saya tidak sepakat dengan orang itu” lalu menjadikan ajang permusuhan, bukanlah sikap warga NU yang dicontohkan KH Hasyim Asy’ari.  Menelisik sedikit lebih mendalam tentang hajr yakni memusuhi sesama muslim dengan cara tidak menyapa, dalam kitab At Tibyan, fin nahyi an muqatha’atil arham wal aqarib wal ikhwan, KH Hasyim Asy’ari--mengutip pendapat Ibnu Hajar--menyatakan bahwa memusuhi atau tidak mau menyapa sesama Muslim lebih dari tiga hari merupakan dosa besar. Karena terdapat unsur memutus tali persaudaraan, menyakiti hati sesama dan menimbulkan kerusakan.  Memusuhi sesama Muslim hukumnya haram kecuali untuk kemaslahatan orang yang memusuhi serta kebaikan bagi orang yang dimusuhi. Jika tidak dalam rangka tersebut, hukumnya tetap haram.  Orang-orang yang terkena propaganda hajr ini terkadang menggunakan senjata tersebut untuk memusuhi siapa saja dengan misi yang tidak tepat.  KH Hasyim Asy’ari mengatakan, konteks zaman now, orang yang memusuhi temannya bukanlah untuk alasan kebaikan agama maupun kemaslahatan dunia. Tapi justru menimbulkan kerusakan antara mereka berdua yang berdampak dosa besar.    قلت (اي المؤلف العلامة الشيخ محمد هاشم اشعرى عفا الله عنه وعن والديه وعن مشايخه وجميع المسلمين): وقد رأيت بعيني ان الهجر الواقع بيننا فى هذا الزمان لا يعود الى صلاح دين الهاجر ولا المهجور ولا الى دنياهما، بل يعود الى فسادهما كما لا يخفى على المتأمل المنصف، فهو من الكبائر لما فيه من فساد الدين والدنيا والتحاسد والتباغض. والله اعلم.  Artinya : Saya katakan (maksud yang mengatakan di sini adalah pengarang kitab, Muhammad Hasyim Asy’ari, semoga Allah mengampuninya beserta kedua orang tuanya, guru-gurunya dan orang Islam semuanya) “Saya amati dengan dua mata kepala saya, sesungguhnya permusuhan, tidak menyapa antar sesama yang terjadi di tengah-tengah kita sekarang ini, bukan kembali untuk kebaikan agama orang yang memusuhi dan dimusuhi. Juga tidak dalam rangka untuk kemaslahatan kepentingan duniawi meraka. Namun permusuhan tersebut malah menimbulkan kerusakan yang kembali pada mereka berdua sebagaimana yang tidak samar bagi orang yang merenung dan insaf. Itu merupakan tindakan dosa besar sebab mengakibatkan kerusakan agama, dunia dan menjadikan saling dengki serta permusuhan. Wallahu ‘alam. (Hadratussyekh Muhammad Hasyim Asy’ari, at-Tibyan fin Nahyi an Muqatha’atil Arham wal Aqarib wal Ikhwan, Jombang, al-Maktabah al-Masruriyah, halaman 11-12) Lalu, dalam bentuk apa orang yang hanya mendiamkan, tidak menyapa  saja kemudian mendapatkan dosa? Menurut KH Hasyim Asy’ari mengutip perkataan Ibnu Hajar dalam kitab Az Zawajir, yaitu semua kebaikan-kebaikan yang sudah rutin dijalankan baik berupa materi, surat-menyurat, saling kunjung dan lain sebagainya kemudian putus secara tiba-tiba tanpa ada alasan syar’iy, itulah tindakan dosa besar. (Ahmad Mundzir)

Kamis, 26 Mei 2016

Desir Hati: JANGAN GALAU, ALLAH BERSAMA KITA

Desir Hati: JANGAN GALAU, ALLAH BERSAMA KITA: Saat hati dilanda kegelisahan,  Allah-lah sebaik-baik tempat mengadu Saat diri ditimpa kesulitan, Allah-lah sebaik-baik tempat meminta pe...

Senin, 12 Oktober 2015

TINTA AMANAH UNTUKMU

Biarkan cairan tintahku melukis potret wajah desaku, dengan rasa ingin tahu. apakah selama ini kepercayaan yang anda pegang teguh-teguh sudah menghasilkan karya atau sebaliknya bukan? tentu harapan segenap warga ada karya nyata darimu. Ingat! Amanah itu yang akan kamu pertanggung-jawaban kelak nanti di akhirat. sebagai yang di beri amanah oleh warga, setidaknya anda sudah punya program-program unggulan tentang perkembangan untuk kampung/desanya. jangan cuman diam, duduk manis di singgasana kekuasaan Level bawah di atas Rt/Rw. coba dong tunjukan pada warganya dengan bukti yang memuaskan, kalau tidak sanggup membuat perubahan, saya kira mendingan mundur sekarang atau mau di jemput paksa oleh malaikat izroil, mau? Nah, maka dari itu sadarlah anda, bebenahlah untuk kemaslahatan umat bukan keluarga diri. tengoklah Jembatan yang mau ambruk, bagaimana caranya biar tidak membahayakan para pengguna jalan, toh! mereka juga warga anda yang setiap harinya hilir mudik silih berganti melintasi jembatan tersebut. ingat! ini sudah bukan zamannya lagi gagah-gagahan karena kuatnya Ekonomi kalian. tidak, ini sudah masuk pada era keterbukaan, siapa yang benar atau tidak benar maka akan tahu sangsinya dari masyarakat terkait. Juga Media sosial adalah peranan penting untuk memberikan opini publik manakala anda berlaku baik/tidak di sinilah letaknya. sekali lagi, tolong ini Amanah jangan kamu remehkan dan berbuatlah demi kemaslahatan warganya.

Sabtu, 10 Oktober 2015

KEUTAMAAN MEMBACA SHALAWAT

Banyak-banyaklah kalian bersholawat untukku pada hari jum'at dan pada malam harinya. Barang siapa yang mengerjakan hal tersebut niscaya aku akan menjadi saksi dan pemberi syafa'at baginya di hari kiamat.
(Riwayat Baihaqi melalui Anas r.a).

Syarah/penjelasan :
Syahidan menjadi saksi baginya bahwa ia mebaca shalawat untuk Nabi Saw. Sehubungan dengan membaca shalawat untuk Nabi Saw, kemudian Allah Swt berfirman ;
"Sesungguhnya Allah dan Malaikat-Malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kalian untuk Nabi dan ucapkan salam penghormatan kepadanya."  (Qs Al-Ahzab 33:56).

Bilamana Allah dan para malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi Saw. Maka terlebih lagi kita sebagai umatnya.
Syafii'an memberi syafa'at (pertolongan) kepadanya, kelak di hari kiamat sehingga selamatlah ia dan di masukkan ke dalam surga berkat syafaat Nabi Muhammad Saw.
Hadist ini menerangkan tentang keutamaan membaca shalawat untuk Nabi Saw, terlebih lagi bila dilakukan pada siang hari atau malam jum'at maka pahalanya berlipat ganda.
Barangsiapa yang membaca sholawat untuk Nabi di hari Jumat dan malam harinya, niscaya kelak di hari kiamat akan mendapatkan syafa'atnya, dan bacaan shalawatnya itu di saksikan oleh Nabi Muhammad Saw.

Sabtu, 24 Januari 2015

WIRID DZIKIR SETELAH SHOLAT

Sedikit berbagi Amalan Wirid, Dzikir setelah Sholat....

بسم الله الر حمن الر حيم

Di dalam shahih muslim di riwayatkan beberapa hadist yg berisi tentang dzikir setelah shalat fardhu. Dzikir atau bacaan yang biasa dibaca Rasulullah Shallallahu Alaihi Wassalam ialah:

استغفرالله العظيم الذ لااله الاهو الحي القيوم واتوب اليه

Astaghfirullahal'adzhim alladzii la ilaha illaahuwal 'hayyul qoyyuwm waatuw bu ilaih

La ilaha illallahu wa'hdahu lasyarikalah lahulmulku walahul'hamdu yu'hyii wahyumiitu wahuwa 'alakulli syai'inqodiir.

Allahumma la ma ni'alima a'thait wala mu'thiy lima mana'ta wala yanfa'udzal jaddi minkal jadd

Allahumma ajirna minannar

Allahumma antassalam wa minkassalam wa ilaika ya'uwdussalam fa'hayyina rabbana bissalam wa adkhilnal jannata darassalam tabarokta rabbana wa ta'alaita yadzaljalali wal ikhram.

A'uudzu billahi minasysyaithanirrajiim
Bismillahirrahmanirrahiim
Baca fatihah
Ayat kursiy
Alikhlas |
Al falaq |
Annas |
33×……………………………………………………………………………………………

Ilahana rabbana antamaulana subhanallah
•Subhanallah | 33×
  Subhanallahi wabihandihi da'iman abadan.....
•Alhamdulillah | 33×
   Alhamdulillahi' ala kulli'halinn wa fi kulli'halin wa              bini'mati yakarim....
• Allahu Akbar | 33×
   Allahu akbar kabiiran wal hamdulillahi katsiran wa subhanallahi  bukratan wa ashilan lailaha illallahu wahdahulasyarikalahu lahulmulku walahulhamdu yu'hyi wayumiitu wahuwa 'ala kulli syai'in qoddir. Wa la hawla wala quwata illa billahil' adzhiim.

Astaghifirullahal' adzhim innallaha ghafururahiim

Afdhaludz-dzikri fa'lam annahu....
La ilaha illallah | 33×/100×

Lailaha illallahu muhammadurrasulullah 'alaihi wassalam,  kalimatu'haqqon' alaiha na'hya w'alaiha namuutu wa biha nab'atsu insya' allahu minal aminiin.

Doa....................................................................................

Wutuh Eddy Santoso




Jumat, 16 Januari 2015

POLITIK CERDAS

Ketika semua orang bertanya, kenapa Pak Jokowi memilih BG sebagai calon tunggal Kapolri padahal mereka salah satu dalam raport merah yang pernah di sodorkan oleh KPK  bahwa yang bersangkutan bermasalah tentang rekening gendut, tapi Presiden tetap memilih BG sebagai calon tunggal atau ada tekanan dari internal politik itu sendiri?" ternyata tanpa tak tersadarkan oleh kita semua di balik pencalonan BG adalah bukti kecerdasan politik seorang Jokowi tatkala lembaga Dewan yang selama ini berseteru dan saling adu kubu kekuatan maka dengan di ajukannya BG ke Senayan adalah bagian taktik Jokowi dengan memancing ikan di air keruh, alhasil sembilan fraksi bersatu padu dan sepakat di setujuinya BG sebagai calon Kapolri setelah menjalani fit and proper test dan keesokan harinya di gelar paripurna kemudian hasinya di serahkan kembali kepada Presiden. entah apa gerangan dewan sehingga begitu entengnya menyetujui surat dari Presiden tentang pencalonan Kapolri tersebut ataukah ada kepentingan politik di balik semua itu. Setelah Presiden menerima hasil sidang paripurna dari dewan ternyata di luar dugaan Presiden menunda pelantikan BG sebagai Kapolri. dan mengangkat wakapolri sebagai Plt.Kepolisian Republik Indonesia setelah Kapolri Jend.Sutarman mengundurkan diri. sekarang giliran tugas KPK setelah menetapkan status BG sebagai tersangka yang sebelumnya melempar bola panas antara presiden dan DPR kini saatnya menunggu gebrakan KPK selanjutnya apakah benar-benar mau menuntaskan perkara ini mumpung masih di tunda pencalonannya dan masih ada ruang untuk penyidikan lebih dalam lagi. dan jangan sampai publik terus- terusan bertanya terhadap kinerja KPK yang telah banyak kasus yang sudah di tetapkan tersangka tetapi penyelesaiannya kurang memuaskan.

By : Wutuh Eddy Santoso