Mendengar berita tenggelamnya Kapal Oryong 501 di selat Bering-Rusia yang membawa awak 62 Crew/Abk dalam misi pencarian ikan di laut. dari awak tersebut Indonesia paling banyak sebagai pekerja pelaut dengan jumlah 35 orang dan selebihnya negara Rusia, philipina, dan Korea selatan. dari 35 orang Indonesia diantaranya warga Tegal yang paling banyak dengan 10 Orang dan selebihnya ada dari brebes, pemalang, cirebon, indramayu dan jakarta timur. dan anehnya lagi dari 10warga Tegal ada 3 Orang dari kampung saya (gumayun) yang bernama; warno, Nurkholis, dan Heru setiawan. harapan kami semua para korban bisa tertolong dengan selamat juga Doa dari keluarga yang tak henti-hentinya memanjatkan Doa kehadirat Allah Swt. Kapal Oryong tersebut dengan kapasitas 1.353 Ton tidak bisa melawan derasnya badai dan ombak di karenakan kendala cuaca yang buruk, juga disamping itu kapal yang berusia lebih dari 30tahunan. Konon kabarnya kapal tersebut buatan spanyol tahun 1978 silam. Kemungkinan besar adalah faktor tehnis masalah kapal yang sudah tidak layak untuk bisa mengarungi samudera luas.
Bersambung....
Rabu, 03 Desember 2014
GUMAYUN : DENYUT TERAKHIR KAPAL ORYONG 501
Jumat, 21 November 2014
Sabtu, 15 November 2014
Rabu, 12 November 2014
Sisihkan Waktumu Sejenak
Hidup di dunia maya terkadang membuat kita lupa diri akan sesuatu yang lain. Kesibukan seperti ini sebenarnya membawa dampak yang kurang baik tentang fisik kita, kondisi badan bertambahnya waktu kian melemah alias loyo gak semangat buat aktifitas yang lain. Padahal kalau setiap hari ONline tanpa mengatur pola hidup yang sehat maka kita akan merasakan efek yang luar biasa terhadap semangat kerja anda. demikian juga pekerjaan rumah, kantor bahkan yang lainnya bisa-bisa menjadi terbengkalai oleh kesibukan Online tentunya. Di samping yang lainnnya juga berimbas pada keuangan kita juga. Untuk mengatasi segala macam persoalan ini maka segala hal harus bisa terakomodirnya waktu dengan baik pula dan atur pola hidup sebaik mungkin jika anda mau berubah sikap sekarang juga.
Senin, 10 November 2014
Pahlawan Kemerdekaan
Bangsa yang besar adalah Bangsa yang mampu mengapresiasikan serta menghargai dalam bentuk penghormatan yang setinggi-tingginya kepada jasa-jasa para Pahlawannya. terlepas dari penjajahan bangsa asing yang ingin menduduki wilayah Indonesia maka para pejuang bangsa dengan peralatan perang seadanya mampu mengusir penjajah dari bumi nusantara tercinta.
Dengan demikian para pejuang pantas mendapat gelar Pahlawan Kusuma Bangsa, karena tanpa semangat dan rela berkorban demi keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia, sepertinya kita semua belum menikmati yang sekarang ini. Kita turut bangga atas perjuangan para Pahlawan dengan mempertaruhkan nyawa sebagai taruhannya dan semangat kebangsaan yang bergelora dan menggebu-gebu para pejuang telah membuktikan akan kecintaannya terhadap tanah air.
Merdekaaa !!!
Selasa, 28 Oktober 2014
EGO POLITIK
Semua kepingin menang, lantas yang harus mengalah itu siapa?" apakah rakyat !"
Mengenal sejarah lebih jauh, betapapun warisan utama kolonial belanda selalu menjadi hantu para digma negeri ini. Yaitu warisan yang selalu melekat dan membayangi kita semua ialah "Devide et impera" lebih populernya politiik pecah belah/adu domba. Tak bisa di pungkiri dari zaman dahulu kala hingga saat ini sudah banyak yang kita saksikan, sebagai contoh para dewan yang terhormat menjadi tontonan masyarakat lemah seperti saya ini. coba bayangkan dimana letak moral dan akhlak bangsa ini. apakah tidak ada jalan yang terbaik sebagai kata sepakat atau sudah tidak bisa menemukan titik temu?"
Musyawarah mufakat adalah jalan yang terbaik untuk negeri ini dan berlaku adil satu sama lain agar politik kita menjadikan lebih dewasa dan arif dalam mengambil sebuah keputusan tanpa harus adanya ego kekuasaan yang berujung pada pecah belah persatuan dan kesatuan bangsa. "Mari kita renungi wahai saudaraku" perjalanan negeri ini masih panjang, belum lagi ada persoalan lainnya yang mesti kita bersama harus bebenah untuk menjadi negeri ini lebih berkwalitas dan bemartabat serta menjadi tulang punggung bumi persada untuk meraih kejayaan di esok hari.
